VISI : "DISIPLIN, UNGGUL DALAM BIDANG AKADEMIK, BERPRESTASI DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER, BERDAYA SAING, BERBUDAYA, BERBUDI PEKERTI LUHUR DAN BERAKHLAK MULIA."
Banner
Bioun SMA OnlineSnmptnE-RaporPipPmpDapodikKemdikbud
Jajak Pendapat
Bermanfaatkah Website sekolah bagi anda
Ragu-ragu
Tidak
Ya
  Lihat
Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat
Statistik

Total Hits : 12336
Pengunjung : 4477
Hari ini : 2
Hits hari ini : 21
Member Online : 0
IP : 3.94.202.172
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

   
Agenda
28 February 2020
M
S
S
R
K
J
S
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
1
2
3
4
5
6
7

Kok Menguap Terus, Ada Apa Sih?

Tanggal : 04-01-2020 02:39, dibaca 13 kali.

Menguap merupakan hal umum yang dialami semua orang mulai bayi hingga orang dewasa. Biasanya  kegiatan yang tidak kita sadari  (involuntary) ini indikasi dari perasaan bosan, lelah dan mengantuk.  Sadar atau tidak, saat kita melihat orang lain sedang menguap, kita pun juga akan ikut menguap. 

Ketika kita menguap, secara alami kita meregangkan rahang  sehingga meningkatkan aliran darah ke leher, wajah, dan kepala. dan secara tidak sadar kita akan menarik napas dalam-dalam sehingga cairan tulang belakang dan darah mengalir dari otak ke tubuh bagian bawah. 

Pada dasarnya tujuan menguap adalah untuk membuka pembuluh eustachius, yang menghubungkan telinga bagian tengah dan bagian belakang tenggorokan. Pembuluh eustachius ini berfungsi untuk mengendalikan tekanan udara di telinga tengah. Ketika menguap, selain mendapatkan asupan oksigen yang masuk melalui mulut, terdapat juga tambahan oksigen yang akan masuk melalui telinga.

Menguap diartikan juga dengan inhalasi atau pernapasan udara yang meregangkan gendang telinga, diikuti dengan penghembusan napas. Menguap biasanya diiringi dengan pandikulasi atau meregangkan badan. Menguap bisa bersifat refleksif dan terkadang juga bisa disengaja. 

Selain itu, menguap juga merupakan salah cara tubuh mempertahankan suhu otak. Perlu diketahui bahwa otak memiliki mekanisme untuk mempertahankan suhu internalnya, karena setiap otak digunakan untuk bekerja dan berpikir, suhunya dapat naik, sehingga dibutuhkan sistem thermoregulasi otak untuk menjaga suhu otak agar tetap stabil.

Manfaat  menguap

1.      Meningkatkan efisiensi mental

Semua orang tahu untuk bisa fokus, tubuh membutuhkan banyak energi. Konsentrasi cendrung buyar disaat melakukan. Di saat inilah kita akan menguap. Hal ini berfungsi untuk menstimulasi area saraf otak yang memainkan peran penting dalam menjaga kesadaran dan merefleksi diri, serta membantu merileksasi, meningkatkan kewaspadaan, dan menjaga memori otak. Kapanpun disaat kita menarik nafas panjang, otak akan mengendur dan otot-otot akan menerima sinyal untuk rileks. Nah, mulai sekarang, kalau merasa stres dan ingin menjaga fokus pikiran, menguap deh setiap 20 menit sekali sebelum merileksasi diri dan rasakan dampaknya.

2.      Membantu menjaga keseimbangan otak

Dari hasil penelitian ditemukan bahwa menguap dapat membantu menenangkan otak yang terlalu aktif dengan cara mengupayakan regulasi suhu dan metabolisme otak. Frekuensi  menguap meningkat ketika kita sedang melewati tugas mental yang sulit. Selain itu, menguap juga mencegah tidur lho. Kenapa ? Hampir  semua orang mengira menguap semakin membuat rasa kantuk menjadi parah. Penelitian menunjukkan bahwa menguap membantu kontraksi otot wajah, yang mengalirkan darah ke otak lewat pembuluh darah otak. Menurut ilmuwan, hal inilah yang meningkatkan kesadaran seseorang. Maka dengan itu, menguap dapat mencegah rasa kantuk.

3.      Membantu merefresh tubuh

Menguap juga bisa berfungsi layaknya tombol refresh atau reset di perangkat elektronik. Ketika kita menguap, ritme sirkadian tubuh akan teregulasi. Hal ini terbukti pada bayi atau pasien yang bangun dari koma. Frekuensi menguap juga meningkat ketika seseorang berada di tengah proses dari tidak aktif menjadi aktif. Jadi dengan menguap me-reset ulang jam internal tubuh. Istilah  ilmiahnya menguap membangkitkan neuromuscular dan membuat kemajuan harmonis di dalam batang otak. Dengan demikian ketika kita sedang melakukan perjalan dengan pesawat dan melewati zona waktu yang berbeda, jangan lupa menguap untuk melancarkan ritme sirkadian tubuh. Menguap juga membantu mengurangi dampak jet lag.

4.      Membangitkan mood  

Saat menguap, kadar dopamine meningkat. Meningkatnya dopamine akan mengaktivkan oksitosin atau hormon cinta yang berperan dalam ikatan hubungan. Semakin banyak hormon ini diaktivasi, maka semakin sering kita menguap.  Jadi jangan sungkan deh kalau menguap ya menguap aja … hihi  tapi yang sopan ya, lakukan tanpa suara dan tutup dengan tangan. Ikuti saja alur tubuh! 

Dilihat dari manfaat menguap di atas, sayangnya, masih banyak orang yang menganggap bahwa menguap di depan orang yang sedang berbicara itu tidak sopan. Ilmuwan, dokter dan saya juga heran mengapa menguap memiliki kesan negative, padahal, menguap adalah cara tubuh untuk membangkitkan fungsi otak agar lebih efektif. 

Namun demikian, menguap berlebihan bisa menjadi tanda beberapa masalah kesehatan. Setiap kali menguap biasanya menghabiskan waktu selama enam detik. Yang terjadi selama enam detik itu adalah detak jantung meningkat secara signifikan. Keseringan menguap seperti dalam satu menit menguap bisa empat atau lima kali, ini patut dicurigai.

Bisa jadi tanda penyakit kronis lho!

Maka dari itu, kita perlu tahu beberapa tanda yang menjelaskan mengapa menguap bisa menjadi bahaya tersembunyi yang cukup serius bagi kesehatan.

1.      Menurunnya  tekanan darah dan detak jantung

Terlalu  sering menguap, bisa menjadi tanda menurunnya tekanan darah dan detak jantung yang membatasi aliran darah ke otak. Ini terjadi ketika bagian dari sistem saraf  yang bertanggung jawab untuk pengaturan tekanan darah dan detak jantung terganggu. Dalam situasi seperti itu, tubuhmu secara otomatis bakal mencoba meningkatkan asupan oksigennya dengan cara menguap.

2.      Menurunnya kadar glukosa darah

Menguap berlebihan juga bisa menjadi sinyal utama dari hipoglikemia pada penderita diabetes.  Hipoglikemia terjadi ketika kadar glukosa darah pada seseorang turun sampai di bawah 72mg / dL.

3.      Kelebihan  mengkonsumsi jenis obat tertentu

Jenis obat-obatan yang memberi efek mengantuk dapat menyebabkan menguap secara berlebihan. Obat-obatan ini mungkin dikonsumsi secara terus-menerus seperti antidepresan, antihistamin dan beberapa inhibitor penyerapan serotonin.

4.      Indikasi dari penyakit hati  

5.      Kemungkinan menderita multiple sclerosis (MS)

Studi menunjukkan kalau orang yang menderita kondisi ini memiliki kecenderungan untuk menguap secara berlebihan. Hal ini disebabkan karena orang dengan MS memiliki disfungsi termoregulasi di mana mereka tidak dapat mengontrol suhu tubuh. Menguap menjadi cara otomatis mendinginkan suhu tubuh mereka.

6.      Menjadi indikasi gangguan tidur

Bukan hanya kurang istirahat biasa, gangguan tidur seperti Insomnia atau sleep apnea dapat menyebabkan kelelahan yang berlebihan. Faktor itulah yang membuat penderitanya seringkali menguap.

7.      Otak sedang membutuhkan pendinginan

Menguap juga dikenal sebagai mekanisme alami tubuh untuk menjadi dingin. Mengambil nafas dalam dapat membantu memunculkan udara yang lebih sejuk dari paru-paru saat memindahkan darah yang mungkin sedikit panas untuk ditangani oleh otak.

8.      Merupakan indikasi epilepsi

Kejang epilepsi yang dapat menyebabkan kerusakan otak permanen ternyata juga memberikan sinyal, salah satunya adalah terlalu sering menguap. Namun sejauh ini, kemungkinan indikasi epilepsi dari menguap jarang sekali terjadi.

9.      Menunjukkan  indikasi tumor otak

Studi mengungkapkan bahwa tumor otak dapat menyebabkan pengidapnya menguap secara berlebihan. Hal ini juga dapat dikaitkan dengan lesi di batang otak. Menguap juga bisa menjadi akibat dari kompresi kelenjar pituitari.

Menguap  menular?

Terdapat fakta di masyarakat bahwa jika orang yang ada di dekat kita menguap, maka keinginan menguap juga akan tertular pada kita. Apa yang menyebabkan menguap dapat menular? Fenomena menguap yang menular termasuk ke dalam echophenomena yang merupakan tindakan meniru otomatis yang dilakukan tanpa sadar. 

Ketika kita melihat orang lain menguap, maka pengendali fungsi motorik di otak kita akan mengalami respons yang membuat kita juga ingin menguap. Jadi pada dasarnya ketika melihat orang lain menguap, sudah pasti kita akan memiliki keinginan untuk menguap, tapi kembali lagi ke pribadi masing-masing untuk memilih menguap atau justru menahannya. 

Yang lebih mengesankan adalah hal sama juga terjadi pada anjing yang ikut menguap saat mendengar pemilik mereka melakukannya. Bahkan berpikir dan membaca tentang seseorang yang menguap juga bisa memicu rasa ingin menguap. 

Refleks menguap melibatkan banyak struktur dalam otak. Kerentanan  seseorang tertular menguap berkorelasi dengan empati. Tak semua orang yang menguap bisa menularkan pada orang lain. Menurut penelitian menguap lebih menular pada mereka yang memang akrab. “Penelitian menemukan  bahwa semakin dekat kita dengan seseorang baik secara genetis atau emosional, semakin cepat kita tertular atau menularkan.

Dari hasil penelitian terhadap orang yang rentan tertular menguap ditemukan aktivitas oksitosin pada daerah ventromedial prefrontal cortex otak. Daerah ini  berfungsi untuk pengambilan keputusan. Empati  akan hilang apabila daerah ini rusak. Oksitosin adalah hormon yang dikaitkan dengan ikatan sosial dan kesehatan mental. 

Orang dengan spektrum autisme dan orang yang memiliki kecenderungan psikopat yang tinggi sulit tertular karena memang orang seperti itu yang kurang atau tidak punya rasa empati sama sekali.

 

Menguap ternyata bisa ditahan lho! Berikut adalah beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk menahannya!

1.      Mengambil nafas dalam

Mengambil napas dalam ketika ingin menguap adalah cara yang pertama bisa dilakukan. Hirup udara dari hidung dan keluarkan secara perlahan melalui mulut. Lakukan beberapa kali hingga keinginan menguap hilang. Cara ini juga untuk dilakukan karena asupan oksigen yang didapatkan ketika menguap dapat tergantikan ketika kita menghirup napas dalam-dalam.

2.      Regangkan tubuh

Cara kedua untuk menahan menguap adalah dengan melakukan peragangan tubuh ringan. Penyebab menguap yang dialami bisa jadi karena mengantuk, kelelahan, atau bahkan karena merasa bosan. Melakukan peragangan tubuh dapat mengembalikan semangat dan fokus kita kembali.

3.      Makanan dan minuman dingin

Makanan dan minuman dingin ternyata bisa menjadi salah satu solusi untuk menguap. Karena menguap dianggap sebagai salah satu cara ‘mendinginkan otak’, jika memungkinkan dengan mengonsumsi makanan dan minuman dingin dipercaya dapat membantu.

Selain cara di atas, cara lain yang bisa dilakukan untuk menahan menguap adalah dengan mengubah pola hidup Anda. Latihan pernapasan, olahraga rutin, menjaga pola makan, dan tidur teratur juga dapat menjadi kunci untuk dapat menahan keinginan untuk menguap di waktu yang tidak diinginkan.

 

.Sumber:

 



Pengirim : Linda Syofyan
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas

Kembali ke atas