VISI : "DISIPLIN, UNGGUL DALAM BIDANG AKADEMIK, BERPRESTASI DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER, BERDAYA SAING, BERBUDAYA, BERBUDI PEKERTI LUHUR DAN BERAKHLAK MULIA."
Banner
Bioun SMA OnlineSnmptnE-RaporPipPmpDapodikKemdikbud
Jajak Pendapat
Bermanfaatkah Website sekolah bagi anda
Ragu-ragu
Tidak
Ya
  Lihat
Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat
Statistik

Total Hits : 10855
Pengunjung : 3689
Hari ini : 12
Hits hari ini : 30
Member Online : 0
IP : 18.232.55.175
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

   
Agenda
20 January 2020
M
S
S
R
K
J
S
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8

ENAK, BERGIZI, TERNYATA BERBAHAYA JUGA LHO

Tanggal : 20-12-2019 22:11, dibaca 13 kali.

Setiap ada acara, daging ayam selalu masuk dalam menu katering yang disediakan karena selain mudah didapat, harga lebih murah, rasanya enak dan gurih. Mengandung protein tinggi, vitamin dan mineral sehingga baik untuk kesehatan. Kandungan gizi pada setiap bagian tubuh ayam tidak sama

Dari hasil beberapa penelitian mengonsumsi daging ayam selain bermanfaat sebagai sumber energy juga membantu mengontrol kadar kolesterol dan tekanan darah, memecah racun, mengurangi risiko terkena kanker, membantu proses metabolisme protein dan karbohidrat. Dengan demikian banyak orang memilih daging ayam sebagai menu harian.

Gizi pada bagian tubuh ayam dan manfaatnya

1. Dada ayam adalah bagian ayam yang paling rendah kadar lemaknya dan tinggi proteinnya. Dalam 100 gram dada ayam tanpa kulit yang sudah matang mengandung 31 gram protein. Mengandung 165 kalori, 80 persen kalorinya berasal dari protein, dan 20 persen kalori berasal dari lemak. Daging dada ini paling populer bagi penggiat olahraga yang ingin membentuk tubuh lebih berotot dan bagi yang ingin menurunkan berat badan.
2. Daging rusuk ayam, nilai gizinya paling tinggi, tinggi kadar protein dan rendah kadar lemaknya, makanan paling cocok untuk orang yang gemuk, penderita penyakit pembuluh darah jantung, penderita sistem pencernaan dan baru sembuh dari sakit.
3. Paha atas. Dalam 100 gram paha atas tanpa kulit dan tulang, terdapat sebanyak 26 gram protein, mengandung 209 kalori . Dari kalori tersebut, 53 persen berasal dari protein, dan 47 persen berasal dari lemak. Daging paha atas berwarna sedikit lebih gelap mengandung banyak mioglobin Paha bawah (drumstick) karena menyerupai pukulan drum yang sedikit menggendut. Dalam 100 gram daging ayam paha bawah tanpa kulit dan tulang ini mengandung 28,3 gram protein dan 172 kalori. 70% kalori berasal dari protein, dan 30% nya berasal dari lemak.
4. Sayap. Satu buah sayap ayam ukuran sedang mengandung 99 kalori, dengan 39 % kalori berasal dari protein, dan 61% berasal dari lemak. Di bagian sayap, lebih dominan adanya kulit serta tulang, dengan demikian kalori dari lemak sayap ayam lebih besar karena kulitnya memang banyak.
5. Kaki ayam (ceker) kaya mengandung protein dan zat besi, untuk menguatkan badan.
6. Hati ayam, kaya mengandung vitamin-vitamin A, B1, B2 dan C serta zat mineral seperti besi, fosfor dan kalsium, bagus dimakan bagi mereka yang kurang darah, penglihatan kurang baik, hipoplasia, dan badan lemah.
7. Jantung ayam, kadar kolesterolnya agak tinggi, maka tidak cocok untuk dikonsumsi orang gemuk, penderita lemak darah tinggi, penyakit pembuluh darah jantung dan tekanan darah tinggi.
8. Empela ayam, merupakan bahan makanan yang baik untuk menguatkan lambung dan usus.
9. Usus ayam berkhasiat untuk penyakit beser, beser kemih dan bawasir, lebih-lebih usus ayam jantan lebih tinggi khasiatnya.

Melihat kandungan gizi dan manfaat mengonsumsi ayam seperti tulisan di atas, oleh masyarakat kita setiap bagian tubuh ayam diolah menjadi bahan makanan yang rasanya menggugah selera. Bagian yang paling laris selain paha atas dan dada yaitu sayap, kepala, hati ampela, kulit, usus, brutu , dan bahkan ceker. Namun, tidak semua bagian tubuh tersebut aman dinikmati dan sebaiknya dihindari. Apa sajakah?

Berikut ini bagian tubuh ayam yang sebaiknya dihindari:
1. Kepala
Bagi sebagian orang, kepala ayam merupakan bagian favorit untuk dimakan. Kepala ayam bisa diolah dengan cara digoreng tepung, dibacem, atau menjadi campuran sup. Sayangnya, kepala menjadi salah satu bagian tubuh yang sebaiknya tidak dimakan, karena biasanya peternak menyuntikan zat-zat kimia baik obat-obatan ataupun vaksin. Ayam terbiasa asal makan apa saja termasuk makanan yang mengandung logam berat, lama kelamaan akan tertimbun di bagian otak ayam. Semakin tua usia ayam, kandungan logam dan zat kimia semakin banyak, sehingga membahayakan kesehatan.
2. Leher
Leher banyak disukai karena kulit lehernya banyak dan lebar, bagian leher kurang baik dikonsumsi karena pada bagian leher terdapat organ imun ayam yang juga banyak mengandung bakteri dan kuman. Jangan terlalu sering makan bagian ini karena mengandung getah bening. Getah bening pada ayam berbentuk benjolan kecil yan berfungsi mencegah berbagai penyakit masuk ke ayam, Dapat dikatakan leher ayam kaya dengan kuman dan bakteri.
3. Sayap
Sayap ayam atau chicken wings kini tengah populer jadi salah satu makanan di Indonesia. Sayap sering diolah menjadi ayam krispi. Bagian ini juga tak baik untuk dikonsumsi. karena bagian sayap biasanya dilakukan penyuntikan obat-obatan berupa hormon atau obat penggemuk ayam. Sangat dimungkinkan obat-obatan yang disuntikkan pada bagian sayap tersebut ada yang mengendap di sayap. Jika kita terlalu sering mengonsumsinya, berisiko terkena tumor/kanker.
4. Hati ampela
Bagian yang banyak dijual dan juga diminati di Indonesia adalah hati ampela ayam. Organ hati merupakan salah satu organ penting bagi tubuh untuk menetralisir racun yang masuk ke tubuh. Sisa racun yang tertinggal di hati dan menimbulkan risiko kolesterol, penyakit jantung, dan kanker.
5. Kulit
Kulit ayam jika digoreng memang sangat gurih dan enak, apalagi jika menggunakan tepung. Namun kulit ayam selain banyak mengandung lemak, kulit ayam juga mengandung hormon dan antibiotik serta racun-racun yang juga larut dalam lemak. Jadi jika mengkonsumsi banyak kulit ayam juga berpotensi meningkatkan kolesterol dan obesitas.
6. Brutu
Biasanya sih brutu jadi pelengkap sup. Bagian satu ini mungkin tak banyak yang suka, namun tetap menjadi salah satu yang diminati. Brutu ayam selain banyak mengandung lemak, memiliki hormon dan mengandung kelenjar getah bening yang dapat menelan virus dan bakteri namun, tidak bisa membersihkan racun. Akibatnya, brutu mengandung banyak racun. Kondisi itu membuat Brutu bisa memicu penyakit kanker jika terlalu sering dikonsumsi manusia.
7. Ceker
Meski tidak banyak mengandung daging, ceker bisa diolah menjadi berbagai makanan. Akan tetapi, para peternak sering menyuntikkan zat kimia melalu ceker. Kita tidak disarankan banyak-banyak memakannya, terlebih buat para kaum hawa. Penyakit kista, kanker rahim, kanker payudara, dan kanker serviks bisa datang mengancam.

Jadi, sajian menu ayam apa yang menjadi kesukaan Anda?


*Diambil dari beberapa sumber

Penulis Puti Aisyah kelas XII MIPA 1

Editor Linda Syofyan



Pengirim : Linda Syofyan
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas

Kembali ke atas