VISI : "DISIPLIN, UNGGUL DALAM BIDANG AKADEMIK, BERPRESTASI DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER, BERDAYA SAING, BERBUDAYA, BERBUDI PEKERTI LUHUR DAN BERAKHLAK MULIA."
Banner
Bioun SMA OnlineSnmptnE-RaporPipPmpDapodikKemdikbud
Jajak Pendapat
Bermanfaatkah Website sekolah bagi anda
Ragu-ragu
Tidak
Ya
  Lihat
Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat
Statistik

Total Hits : 44621
Pengunjung : 13561
Hari ini : 10
Hits hari ini : 81
Member Online : 0
IP : 18.213.192.104
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

   
Agenda
25 November 2020
M
S
S
R
K
J
S
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

CEMAS ATAU KECEMASAN?

Tanggal : 24-10-2020 19:24, dibaca 9 kali.

 

Setiap kita pasti pernah merasa cemas. Mengapa? Cemas merupakan respon tubuh terhadap ancaman dari lingkungan luar. Contohnya  saat kita merasa terancam maka otak mengirimkan perintah kepada tubuh untuk mengeluarkan adrenalin. Kenapa adrenalin? Karena adrenalin menimbulkan perasaan waspada dan memberikan kekuatan bagi tubuh untuk melakukan respon fight or flight.
Rasa cemas yang normal biasanya akan mereda sendiri ketika faktor pemicu kecemasannya hilang. Misalnya seseorang yang merasa cemas saat menghadapi ujian akan merasa tenang kembali setelah ujiannya selesai.
Kecemasan adalah keadaan emosional yang tidak menyenangkan, berupa respon-respon psikofisiologis yang timbul sebagai antisipasi bahaya yang tidak nyata atau khayalan, tampaknya disebabkan oleh konflik intrapsikis yang tidak disadari secara langsung.
Merasa cemas adalah hal yang wajar terjadi. Namun jika kecemasan yang dirasakan berlebihan, bisa jadi kamu mengalami gangguan kecemasan atau anxiety disorder. Apa bedanya rasa cemas biasa dengan gangguan kecemasan? Pada cemas biasa masih bisa dikendalikan dan dapat diatasi dalam waktu singkat sedangkan gangguan kecemasan kebalikannya.
Pada gangguan kecemasan pengidap akan merasa cemas akan berbagai situasi dan kondisi hampir setiap hari dan kerap kesulitan untuk mengingat kapan mereka merasa rileks.dan bukan hanya pada satu peristiwa tertentu. Ketika satu kecemasan sudah terselesaikan, hal lain akan muncul sebagai masalah baru. Rasa khawatir dan gangguan perasaan cemas dialami dalam waktu lama dan memburuk dari waktu ke waktu, apabila tidak mendapatkan penanganan, penderita dapat mengalami kesulitan dalam menjalani aktivitas sehari-hari, seperti menurunnya performa kerja atau prestasi belajar di sekolah, atau  kesulitan untuk menjalani interaksi sosial dengan orang lain. Gangguan kecemasan tidak bisa dianggap sebagai cemas biasa, karena ini merupakan sebuah bentuk gangguan mental.

 MANFAAT KECEMASAN:

  1. Kecemasan sebagai motivasi. Perasaan cemas dapat memicu seseorang untuk lebih termotivasi dan siap untuk menghadapi tantangan baru.
  2. Cemas sebagai pengingat diri. Kecemasan yang timbul bisa menjadi 'peringatan dini' bagi diri untuk menghadapi sebuah perubahan penting yang tak pernah disadari.
  3. Cemas sebagai peringatan darurat. Sebuah studi yang dilakukan di Inggris menemukan, remaja dengan gangguan cemas memiliki lebih sedikit risiko kecelakaan yang berujung kematian daripada mereka yang tak memiliki perasaan cemas.
  4. Melakukan sesuatu lebih mudah. Umumnya, kecemasan akan muncul saat seseorang tengah menghadapi atau akan melakukan sesuatu. Rasa cemas membuat seseorang tak percaya diri pada kemampuannya. Namun, dibalik itu rasa cemas diam-diam membantu kita untuk mengarah pada pencapaian dan membantu memfokuskan pikiran pada tujuan. 

TIPE-TIPE GANGGUAN KECEMASAN

  1. Generalized anxiety disorder (GAD) atau gangguan kecemasan umum ialah gangguan yang kronis dengan melibatkan rasa cemas berlarut dan berkepanjangan. Gejalanya : Susah tidur, sulit berkonsentrasi, khawatir berlebihan terhadap hal-hal kecil, jantung berdebar, keringat dingin dan berlebihan, mudah lelah, nyeri otot, nyeri perut, nyeri kepala, mudah marah, sesak nafas dan merasa sakir.
  2. Panic disorder (Gangguan panik) ialah gangguan  cemas yang sangat intens secara tiba-tiba. Gejalanya : Akan merasa tidak berdaya, tidak dapat berpikir dengan tenang, dan juga merasakan gejala fisik tertentu, seperti nyeri dada, berdebar-debar, sesak napas, pusing, atau sakit perut, atau merasa seperti akan pingsan.
  3. Phobia merupakan rasa ketakutan yang tidak rasional dan respons untuk menghindari suatu objek atau keadaan. Gejalanya :  Jantung terasa berdebar-debar (palpitasi) , sesak napas , kebingungan , pusing atau sakit kepala , mual , dada terasa nyeri , leher terasa tercekik , sulit berbicara dengan jelas , tubuh gemetar dan berkeringat , telinga berdenging , sensasi selalu ingin buang air kecil , mulut terasa kering,menangis, dan takut ditinggal sendirian (terutama pada anak-anak).
  4. Social anxiety disorder (Gangguan kecemasan social) ialah gangguan pada seseorang yang merasa takut dianggap negatif oleh lingkungan sekitarnya. Gejalanya :  Kekhawatiran  yang dialami setiap hari, merasa takut ada yang menghakimi, takut diawasi oleh orang yang tidak dikenal, takut bertindak salah yang justru bisa memperlakukan diri sendiri, terlihat gugup, dan juga merasakan gejala fisik tertentu, seperti wajah merah atau memerah, sesak napas, perut mual, gemetar atau termasuk suara gemetar,  jantung berdetak kencang atau sesak di dada, berkeringat ,dan  merasa pusing atau ingin pingsan.
  5. Obsesive compulsive disorder (OCD) ialah gangguan yang terjadi saat anda memiliki pikiran atau tindakan yang berulang-ulang. Gejalanya : Takut kuman, takut melakukan kesalahan , pikiran agresif tentang diri sendiri atau orang lain, memerlukan hal-hal simetris atau dalam urutan sempurna atau tepat, dan pikiran ragu-ragu yang berlebihan dan keperluan untuk memastikan berulang-ulang.
  6. Post-traumatic stress disorder (PTSD) atau gangguan stres pascatrauma dapat terjadi ketika seseorang mengalami peristiwa atau kejadian yang menyebabkan trauma psikologis berat. Gejalanya : Flashback atau mengingat kembali trauma berulang kali, gejala fisik seperti jantung berdebar atau berkeringat, mimpi buruk, dan ketakutan yang berlebih.

  Kecemasan berlebihan ini juga sangat berdampak buruk bagi ibu hamil, karena bisa membuat  ibu hamil cepat lelah dan stress, efeknya ini bisa sampai ke anak yang dikandung.

DAMPAK KECEMASAN BERLEBIHAN TERHADAP IBU HAMIL :

  1. Preeklampsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang memengaruhi tekanan darah dan kinerja beberapa organ tubuh, efeknya bisa berujung pada persalinan prematur.
  2. Keguguran, Karena terlalu banyak cemas berlebihan ibu hamil bisa stress ,dan mudah mengalami keguguran.
  3. Kelahiran premature. Lahir premature ini bisa berdampak buruk bagi bayi ,karena Bayi prematur lebih cenderung mengalami keterlambatan perkembangan dan gangguan belajar.
  4. Risiko diabetes gestasional. Apabila, ibu hamil merasa cemas dalam jangka panjang yang tak kunjung diobati selain bisa mengganggu pengendalian tekanan darah tinggi, juga berisiko terhadap munculnya diabetes gestasional dan bahkan menyebabkan serangan jantung .
  5. Masalah perkembangan otak janin. Kecemasan yang terus-menerus terjadi saat hamil, tanpa disadari dapat mengubah sistem metabolisme tubuh ibu hamil  dan berkontribusi pada masalah perkembangan otak janin, yang berisiko menyebabkan masalah perilaku saat ia tumbuh dewasa.

 FAKTOR PENYEBAB GANGGUAN KECEMASAN UMUM
 Para ahli kejiwaan menduga kondisi ini dapat terjadi akibat kombinasi dari sejumlah faktor yang turut berperan, seperti:

  1. Pernah mengalami trauma, misalnya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) serta perundungan (bullying)
  2. Adanya aktivitas berlebihan pada area otak dalam pengaturan  emosi dan tingkah laku.
  3. Senyawa serotonin dan noradrenalin yang tidak seimbang .
  4. Faktor genetik. Mereka yang memiliki kerabat dekat dengan gangguan kecemasan umum memiliki risiko lima kali lebih besar untuk mengalami kondisi sejenis.
  5. Jenis kelamin. Wanita juga dipercaya lebih rentan untuk mengidap gangguan ini.
  6. Memiliki riwayat kecanduan obat-obatan terlarang.
  7. Mengalami kondisi sakit dalam jangka panjang, seperti artritis.

BAGAIMANA CARA MENCEGAH TERJADINYA GANGGUAN KECEMASAN?

  1. Bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Kesendirian dan isolasi merupakan kondisi rentan yang memicu terjadinya kecemasan. Cegahlah kerentanan ini dengan cara berinteraksi tatap muka dengan teman terdekat atau orang terpercaya bagi Anda. Sediakan waktu untuk bertemu secara teratur untuk berbagi keluh kesah dan kekhawatiran.
  2. Melakukan teknik relaksasi, seperti meditasi pikiran, relaksasi otot, dan pernapasan dalam dapat menurunkan gejala kecemasan dan meningkatkan rasa relaks dan ketenangan emosi. Selain itu, jangan lupa lakukan ibadah kepada Tuhan untuk mendapatkan kedamaian jiwa.
  3. Olahraga teratur merupakan pereda kecemasan alami. Lakukan olahraga aerobik 30 menit setiap harinya. Aktivitas ritmis yang melibatkan anggota gerak badan yaitu tangan dan kaki dapat menghasilkan efek yang optimal. Contoh dari olahraga tersebut ialah berlari, berenang, atau menari.
  4. Tidur yang cukup. Kurang tidur dapat memperparah gejala cemas, maka sediakan waktu tujuh hingga sembilan jam tidur malam yang berkualitas.
  5. Kurangi konsumsi alkohol, nikotin, dan kafein. Alkohol dan kafein dapat memperparah kecemasan. Sedangkan nikotin, yang kita jumpai dalam bentuk rokok, terkesan memberikan efek ketenangan. Padahal, nikotin merupakan stimulus kuat yang meningkatkan level kecemasan.
  6. Latih otak untuk tetap tenang. Khawatir dan cemas merupakan kebiasaan mental yang dapat kita tangani jika kita dapat mengenali pola dan mempelajari cirinya. Strategi seperti berpikir positif dan belajar menerima keadaan dapat menurunkan kecemasan secara signifikan.

Setelah mengetahui arti, tanda, gejala dan pencegahan, yuk kenali tanda gangguan kecemasan sedini mungkin! Jangan ragu untuk menghubungi tenaga kesehatan profesional jika Anda, teman atau keluarga Anda menunjukkan gejala serupa.

“To be healthy as a whole, mental wellness plays a role.”

DAFTAR PUSTAKA

https://hellosehat.com/hidup-sehat/psikologi/bedanya-cemas-gangguan-kecemasan/#gref

https://www.docdoc.com/id/info/condition/kecemasan

https://www.alodokter.com/kecemasan-berlebihan-kenali-gejala-serta-cara-efektif-mengatasinya

https://hellosehat.com/kesehatan/penyakit/anxiety-disorder-gangguan-kecemasan/#gref

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20190813154014-284-420921/tak-selalu-buruk-ketahui-4-manfaat-rasa-cemas

https://www.popmama.com/pregnancy/first-trimester/annas/efek-buruk-stres-dan-cemas-berlebihan-saat-hamil-bagi-janin

https://www.popmama.com/life/health/ninda/cara-mengatasi-stres-dan-rasa-cemas-dalam-hidup/16

 

Dikirim oleh Cinta  Kelas XII MIPA6

Edtor : Linda Syofyan

 



Pengirim :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas

Kembali ke atas